Bismillahirrahmanirrahim...
Berkata Ibnu Umar radiallahu 'anhu: "Tak ada adzan dan qamat bagi perempuan." Riwayat Baihaqi, sanad sah.
Pendapat di atas juga dianut oleh Anas, Hasan, Ibnu sirin, Nakh'i, Tsauri, Malik, Abu Tsaur, dan ahli-ahli pikir lainnya. Sementara Syafi'i dan Ishak berpendapat, "Jika mereka adzan dan qamat maka tidak ada salahnya." Dan diceritakan pula pendapat Ahmad: "Jika mereka lakukan tidak menjadi apa, sebaliknya jika tidak mereka kerjakan, juga boleh."
Dari Aisyah: "Bahwa ia biasa adzan, qamat, dan memimpin wanita sebagai imam dalam shalat, dan berdiri di tengah-tengah mereka." (Riwayat Baihaqi)
sumber: Fikih Sunnah Sayyid Sabiq
Lebih lengkap lihat SINI
23.12 |
Diposting oleh
BLOG KEPUTRIAN HMMK UNSOED
01.33 |
Diposting oleh
BLOG KEPUTRIAN HMMK UNSOED
Assalamu'alaikum, ukhti fillah...
InsyaAllah Ramadhan nanti, Blog Keputrian HMMK akan lebih update, biar nggak sepi lagi, hehe... Bisa akses ke sini buat nunggu buka. Biar surfing di internet, tetep, ilmu mengalir teruss... ya nggak? Sip deh! InsyaAllah nggak cuma hadits dan Al-Qur'an yang kita bahas, macem-macem deh pokoknya, sampe yang masak-masak pun ada. Jadi, jangan sampe lupa ya. Update terus informasi kamu tentang kemuslimahan, jangan mau dibilang nggak gaul. Oke?
InsyaAllah Ramadhan nanti, Blog Keputrian HMMK akan lebih update, biar nggak sepi lagi, hehe... Bisa akses ke sini buat nunggu buka. Biar surfing di internet, tetep, ilmu mengalir teruss... ya nggak? Sip deh! InsyaAllah nggak cuma hadits dan Al-Qur'an yang kita bahas, macem-macem deh pokoknya, sampe yang masak-masak pun ada. Jadi, jangan sampe lupa ya. Update terus informasi kamu tentang kemuslimahan, jangan mau dibilang nggak gaul. Oke?
17.42 |
Diposting oleh
BLOG KEPUTRIAN HMMK UNSOED
Bismillahirrahmanirrahim...
Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, sekitar 2 pekan lagi. Sebelum bulan Ramadhan, kita melewati bulan sya'ban. Apakah keistimewaan bulan ini? Mari kita perdalam.
Aisyah rhadiallahu 'anha mengungkapkan, "Tidak kelihatan oleh saya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidak satu bulan pun yang hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi daripada bulan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)
Bulan ini adalah bulan diangkatnya amal-amal selama setahun. Maka saat sahabat Nabi, Usamah bertanya, "Wahai Rasulullah kelihatannya tidak satu bulan pun yang lebih banyak engkau puasakan dari bulan Sya'ban?" dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah diangkatkan amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa." (HR Abu Daud dan Nasa'i)
Maka dari itu, mari bersihkan jiwa kita, terutama dengan puasa sunnah, seperti yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ajarkan kepada kita! :D
Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, sekitar 2 pekan lagi. Sebelum bulan Ramadhan, kita melewati bulan sya'ban. Apakah keistimewaan bulan ini? Mari kita perdalam.
Aisyah rhadiallahu 'anha mengungkapkan, "Tidak kelihatan oleh saya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidak satu bulan pun yang hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi daripada bulan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)
Bulan ini adalah bulan diangkatnya amal-amal selama setahun. Maka saat sahabat Nabi, Usamah bertanya, "Wahai Rasulullah kelihatannya tidak satu bulan pun yang lebih banyak engkau puasakan dari bulan Sya'ban?" dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah diangkatkan amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa." (HR Abu Daud dan Nasa'i)
Maka dari itu, mari bersihkan jiwa kita, terutama dengan puasa sunnah, seperti yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ajarkan kepada kita! :D
~salam keputrian HMMK~
sumber: Kedahsyatan Puasa, M. Syukron Maksum
18.50 |
Diposting oleh
BLOG KEPUTRIAN HMMK UNSOED
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum, saudariku yang dirahmati Allah *insyaAllah*, kali ini kita akan membahas yang cukup berkaitan dengan postingan sebelumnya, yaitu mengenai tata cara mandi wajib.
Apa saja sih syarat-syaratnya?
Assalamu'alaikum, saudariku yang dirahmati Allah *insyaAllah*, kali ini kita akan membahas yang cukup berkaitan dengan postingan sebelumnya, yaitu mengenai tata cara mandi wajib.
Apa saja sih syarat-syaratnya?
- Berniat sebelum memulai
- Beragama Islam
- Berakal
- Mumayyiz (Baligh)
- Menggunakan air yang suci
- Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit (mis. cat kuku)
- Telah berhenti dari sesuatu yang mewajibkan mandi
Tata caranya?
- Niat dalam hati
- Membaca basmalah
- Mencuci kedua telapak tangan 3 kali
- Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
- Membersihkan tangan kiri (dengan debu atau tanah yang suci, dinding, air dan sabun)
- Berwudhu dengan sempurna
- Menyela-nyelai rambut secara merata dan menyiramnya 3 kali (bila rambut berkepang atau bergelung, hanya perlu disiram dengan air 3 kali)
- Meratakan air ke seluruh tubuh mulai dari bagian kanan kemudian kiri
- Berpindah dari tempat semula kemudian membasuh kedua kaki
"Biasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mencuci kemaluannya dan berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhu hendak shalat tanpa membasuh kaki, setelah meratakan air di seluruh tubuh, beliau menggeserkan kaki dari tempat semula lalu membasuh keduanya. Inilah cara beliau mandi junub." (HR Bukhari)
Bagaimana? Sudah cukup jelas kan? Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi formspring, insyaAllah kami jawab semampu kami, anonim juga bisa kok ;)
Bagaimana? Sudah cukup jelas kan? Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi formspring, insyaAllah kami jawab semampu kami, anonim juga bisa kok ;)
~salam, KeputrianHMMK~
source: Tata Cara bersuci Nabi, Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani
18.37 |
Diposting oleh
BLOG KEPUTRIAN HMMK UNSOED
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum, saudariku semua... gimana kabarnya? Kali ini kita bahas soal cairan yang paling sering kita dapetin di tubuh kita ya....
Pertama adalah, Wadi. Wadi ini adalah cairan putih, kental, dan keruh yang keluar setelah air seni. Nah, kalau kita mengeluarkan ini, cara bersucinya adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu. Kalau mengenai anggota badan, maka kita harus membasuhnya supaya kembali suci.
Kedua adalah Madzi, yaitu cairan bening bergetah yang keluar jika seseorang membayangkan sesuatu yang ada kaitannya dengan jima' (bersetubuh) atau ketika seseorang sedang bermula'abah (bermesraan) dengan lawan jenis. Madzi ini termasuk benda najis yang termasuk berat bagi kita untuk berhati-hati dengannya, namun kita dimudahkan untuk bersuci darinya. Cara membersihkannya adalah dengan membasuh kemaluan. Kalau kena ke pakaian kita? Kita cukup menuang air setelapak tangan kita ke bagian yang terkena madzi.
Ketiga, Mani. Adalah air yang keluar dengan memancar dari kemaluan dan biasanya disertai adanya rasa nikmat. Bila mani keluar, maka kita wajib untuk mandi. Bila mani sudah mengering di pakaian kita bisa mengeriknya, bila masih basah maka kita bisa membasuhnya.
"Sesungguhnya cukup bagimu mencuci bagian yang terkena saja jika engkau nyata-nyata melihatnya; namun jika tidak, engkau cukup menyiram bagian sekitarnya dengan air. Sungguh, aku pernah membersihkan mani yang ada di kain Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan cara mengeriknya saja dan selanjutnya beliau shalat dengan mengenakan kain tersebut." (HR Muslim)
Assalamu'alaikum, saudariku semua... gimana kabarnya? Kali ini kita bahas soal cairan yang paling sering kita dapetin di tubuh kita ya....
Pertama adalah, Wadi. Wadi ini adalah cairan putih, kental, dan keruh yang keluar setelah air seni. Nah, kalau kita mengeluarkan ini, cara bersucinya adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu. Kalau mengenai anggota badan, maka kita harus membasuhnya supaya kembali suci.
Kedua adalah Madzi, yaitu cairan bening bergetah yang keluar jika seseorang membayangkan sesuatu yang ada kaitannya dengan jima' (bersetubuh) atau ketika seseorang sedang bermula'abah (bermesraan) dengan lawan jenis. Madzi ini termasuk benda najis yang termasuk berat bagi kita untuk berhati-hati dengannya, namun kita dimudahkan untuk bersuci darinya. Cara membersihkannya adalah dengan membasuh kemaluan. Kalau kena ke pakaian kita? Kita cukup menuang air setelapak tangan kita ke bagian yang terkena madzi.
Ketiga, Mani. Adalah air yang keluar dengan memancar dari kemaluan dan biasanya disertai adanya rasa nikmat. Bila mani keluar, maka kita wajib untuk mandi. Bila mani sudah mengering di pakaian kita bisa mengeriknya, bila masih basah maka kita bisa membasuhnya.
"Sesungguhnya cukup bagimu mencuci bagian yang terkena saja jika engkau nyata-nyata melihatnya; namun jika tidak, engkau cukup menyiram bagian sekitarnya dengan air. Sungguh, aku pernah membersihkan mani yang ada di kain Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan cara mengeriknya saja dan selanjutnya beliau shalat dengan mengenakan kain tersebut." (HR Muslim)
~salam, keputrianHMMK~
source: Tata Cara bersuci Nabi, Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani
Langganan:
Postingan (Atom)












