Wadi, Madzi, dan Mani?


Bismillahirrahmanirrahim...


Assalamu'alaikum, saudariku semua... gimana kabarnya? Kali ini kita bahas soal cairan yang paling sering kita dapetin di tubuh kita ya....

Pertama adalah, Wadi. Wadi ini adalah cairan putih, kental, dan keruh yang keluar setelah air seni. Nah, kalau kita mengeluarkan ini, cara bersucinya adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu. Kalau mengenai anggota badan, maka kita harus membasuhnya supaya kembali suci.

Kedua adalah Madzi, yaitu cairan bening bergetah yang keluar jika seseorang membayangkan sesuatu yang ada kaitannya dengan jima' (bersetubuh) atau ketika seseorang sedang bermula'abah (bermesraan) dengan lawan jenis. Madzi ini termasuk benda najis yang termasuk berat bagi kita untuk berhati-hati dengannya, namun kita dimudahkan untuk bersuci darinya. Cara membersihkannya adalah dengan membasuh kemaluan. Kalau kena ke pakaian kita? Kita cukup menuang air setelapak tangan kita ke bagian yang terkena madzi.

Ketiga, Mani. Adalah air yang keluar dengan memancar dari kemaluan dan biasanya disertai adanya rasa nikmat. Bila mani keluar, maka kita wajib untuk mandi. Bila mani sudah mengering di pakaian kita bisa mengeriknya, bila masih basah maka kita bisa membasuhnya.

"Sesungguhnya cukup bagimu mencuci bagian yang terkena saja jika engkau nyata-nyata melihatnya; namun jika tidak, engkau cukup menyiram bagian sekitarnya dengan air. Sungguh, aku pernah membersihkan mani yang ada di kain Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan cara mengeriknya saja dan selanjutnya beliau shalat dengan mengenakan kain tersebut." (HR Muslim)

~salam, keputrianHMMK~

source: Tata Cara bersuci Nabi, Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani

0 komentar:

Posting Komentar