Bismillahirrahmanirrahim...
Berkata Ibnu Umar radiallahu 'anhu: "Tak ada adzan dan qamat bagi perempuan." Riwayat Baihaqi, sanad sah.
Pendapat di atas juga dianut oleh Anas, Hasan, Ibnu sirin, Nakh'i, Tsauri, Malik, Abu Tsaur, dan ahli-ahli pikir lainnya. Sementara Syafi'i dan Ishak berpendapat, "Jika mereka adzan dan qamat maka tidak ada salahnya." Dan diceritakan pula pendapat Ahmad: "Jika mereka lakukan tidak menjadi apa, sebaliknya jika tidak mereka kerjakan, juga boleh."
Dari Aisyah: "Bahwa ia biasa adzan, qamat, dan memimpin wanita sebagai imam dalam shalat, dan berdiri di tengah-tengah mereka." (Riwayat Baihaqi)
sumber: Fikih Sunnah Sayyid Sabiq
Lebih lengkap lihat SINI
InsyaAllah Ramadhan nanti, Blog Keputrian HMMK akan lebih update, biar nggak sepi lagi, hehe... Bisa akses ke sini buat nunggu buka. Biar surfing di internet, tetep, ilmu mengalir teruss... ya nggak? Sip deh! InsyaAllah nggak cuma hadits dan Al-Qur'an yang kita bahas, macem-macem deh pokoknya, sampe yang masak-masak pun ada. Jadi, jangan sampe lupa ya. Update terus informasi kamu tentang kemuslimahan, jangan mau dibilang nggak gaul. Oke?
Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, sekitar 2 pekan lagi. Sebelum bulan Ramadhan, kita melewati bulan sya'ban. Apakah keistimewaan bulan ini? Mari kita perdalam.
Aisyah rhadiallahu 'anha mengungkapkan, "Tidak kelihatan oleh saya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidak satu bulan pun yang hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi daripada bulan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)
Bulan ini adalah bulan diangkatnya amal-amal selama setahun. Maka saat sahabat Nabi, Usamah bertanya, "Wahai Rasulullah kelihatannya tidak satu bulan pun yang lebih banyak engkau puasakan dari bulan Sya'ban?" dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah diangkatkan amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa." (HR Abu Daud dan Nasa'i)
Maka dari itu, mari bersihkan jiwa kita, terutama dengan puasa sunnah, seperti yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ajarkan kepada kita! :D
Assalamu'alaikum, saudariku yang dirahmati Allah *insyaAllah*, kali ini kita akan membahas yang cukup berkaitan dengan postingan sebelumnya, yaitu mengenai tata cara mandi wajib.
Apa saja sih syarat-syaratnya?
- Berniat sebelum memulai
- Beragama Islam
- Berakal
- Mumayyiz (Baligh)
- Menggunakan air yang suci
- Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit (mis. cat kuku)
- Telah berhenti dari sesuatu yang mewajibkan mandi
- Niat dalam hati
- Membaca basmalah
- Mencuci kedua telapak tangan 3 kali
- Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
- Membersihkan tangan kiri (dengan debu atau tanah yang suci, dinding, air dan sabun)
- Berwudhu dengan sempurna
- Menyela-nyelai rambut secara merata dan menyiramnya 3 kali (bila rambut berkepang atau bergelung, hanya perlu disiram dengan air 3 kali)
- Meratakan air ke seluruh tubuh mulai dari bagian kanan kemudian kiri
- Berpindah dari tempat semula kemudian membasuh kedua kaki
Bagaimana? Sudah cukup jelas kan? Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan isi formspring, insyaAllah kami jawab semampu kami, anonim juga bisa kok ;)
Assalamu'alaikum, saudariku semua... gimana kabarnya? Kali ini kita bahas soal cairan yang paling sering kita dapetin di tubuh kita ya....
Pertama adalah, Wadi. Wadi ini adalah cairan putih, kental, dan keruh yang keluar setelah air seni. Nah, kalau kita mengeluarkan ini, cara bersucinya adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu. Kalau mengenai anggota badan, maka kita harus membasuhnya supaya kembali suci.
Kedua adalah Madzi, yaitu cairan bening bergetah yang keluar jika seseorang membayangkan sesuatu yang ada kaitannya dengan jima' (bersetubuh) atau ketika seseorang sedang bermula'abah (bermesraan) dengan lawan jenis. Madzi ini termasuk benda najis yang termasuk berat bagi kita untuk berhati-hati dengannya, namun kita dimudahkan untuk bersuci darinya. Cara membersihkannya adalah dengan membasuh kemaluan. Kalau kena ke pakaian kita? Kita cukup menuang air setelapak tangan kita ke bagian yang terkena madzi.
Ketiga, Mani. Adalah air yang keluar dengan memancar dari kemaluan dan biasanya disertai adanya rasa nikmat. Bila mani keluar, maka kita wajib untuk mandi. Bila mani sudah mengering di pakaian kita bisa mengeriknya, bila masih basah maka kita bisa membasuhnya.
"Sesungguhnya cukup bagimu mencuci bagian yang terkena saja jika engkau nyata-nyata melihatnya; namun jika tidak, engkau cukup menyiram bagian sekitarnya dengan air. Sungguh, aku pernah membersihkan mani yang ada di kain Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan cara mengeriknya saja dan selanjutnya beliau shalat dengan mengenakan kain tersebut." (HR Muslim)

DING.
Hafid_88: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, gimana kabar ukh?
DING.
Ukhti_Azka: Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh akh, khair, alhamdulillah
Hafid_88: Gimana ibu? sudah sehat? ana dengar ibu sakit?
Ukhti_Azka: Iya akh, DM, sedih belum bisa pulang
Hafid_88: Semoga Allah menggugurkan dosa, yang penting makanan dijaga
Ukhti_Azka: Iya akh, jazakallah khayran, ;)
Hafid_88: Ya sudah kalau begitu, semoga ibu lekas sembuh, ana off dulu, besok ke Bali ada konferensi. Wassalamu'alaikum warahmatullah
Ukhti_Azka: Iya akh, wa'alaikumussalam warahmatullah
DING.
Hafid_88: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, gimana Sa? sudah kembali dari Jakarta?
Sasacute: Wlkmslm wr.wb udah Fid, capeeek..
Hafid_88: Oiya, kemarin terimakasih sudah bantu di acara donor darah
Sasacute: Nggak papa kali Fid, nggak ada kerjaan juga
Hafid_88: Ikut donor kemarin? Saya ikut, tapi gagal di tes Hb, kecapekan mungkin
Sasacute: Nggak berani aku Fid
Hafid_88: Kalau bisa kenapa enggak? Saya aja nyesel nggak bisa.
Sasacute: Hehe..
Hafid_88: Sudah dulu ya, saya mau siap-siap ke Bali
Sasacute: Oleh-oleh
Hafid_88: Hehe, assalamu'alaikum warahmatullah
Sasacute: wlkmslm wrwb
Dear diary:
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Allah, bagaimana mungkin aku dapat menyembunyikan perasaanku ini? Tampaknya semua sudah mengarah padanya. Bahkan doa pun tak lagi khusyu'. Apakah mungkin aku masih dapat bertemu muka dengannya? Apakah degup jantungku masih dapat tak terdengar rasanya? Apakah kupu di perutku tak terdengar gemeresaknya? Lagipula ia seperti memberi jalan, apakah aku yang terlalu mudah menangkap? Atau hatiku terlalu rapuh? Ya Rabb, lindungilah hamba-Mu. Bila ia jodoh hamba, pertemukan kami nanti. Hamba tak ingin hati ini ternoda, karena ia hanya untuk-Mu.
Azka, 22 mei 2010
_____________________
Hay, diary. Ketemu lagi dah, setelah sekian lama gak nulis. Tadi aku diajak chatting dong! Waw! Amazing! Si Mr. Cool itu, si alim itu! Tadi dia bilang makasih udah bantuin acara donor darah kemaren. Aku maluuuu aku nggak berani donoor. Besok lagi-lagi kalo ada, aku mau ikutan donor ah. Hihi. Pokoknya aku hepi bangett. Nggak nyangka, dia kan banyak yang suka, eh malem2 ngajakin chatting. Kesambet apa ya tu orang? Ya Allah, makasih udah kasih aku jalan. Besok kalo ketemu aku sapa ah. Nite!!
Sasa, 22 mei 2010
______________________
Tebar Pesona terselubung? Sepertinya mulai tercium hidung-hidung yang tajam. Kadang seorang ikhwah pun bisa melakukannya. Tidak heran, berpacaran pun bisa, apalagi 'hanya' tebar pesona. Ingin terlihat hebat. Ingin terlihat keren. Terlihat alim. Terlihat cool.
Ikhwah pasti bisa jaga hati? Siapa bilang? Baik, bila salah seorang merasa bisa, tapi apakah orang lain merasakan hal yang sama? Belum tentu. Saudara/iku, tetaplah sopan mengekang hati anda. Bila anda menganggap bisa menebar hati dengan mudah karena orang lain sudah punya pertahanan kuat, anda salah besar. Hal seperti ini selalu jadi sorotan, meskipun tidak terlihat, selalu dapat terdengar. Wallahu a'lam. Cerita di atas bukan kisah nyata, tapi mungkin ada yang mengalami? Entahlah, itu fiksi belaka. Yang jelas, berusaha hindari TP, baik menjadi pelaku maupun korban, ;)
_______________________
Suka sekali dengan kalimat ini, dari novel Nafsul Muthmainnah-Anfika Noer
Menjaga hati itu tak mudah, sungguh kalaupun aku bisa, belum tentu dengan dia. Kalaupun kami telah begitu percaya diri untuk mampu, bukankan masih ada orang lain dengan prasangkanya? Ingin kukatakan pada semua orang bahwa 'tidak ada apa pun di antara kami'. Tapi bisakan mulut bicara demikian, bila hati berkata lain? Lalu siapa yang mampu menjamin bisa menjaga hati banyak orang? Ya, begitulah rahasia cinta dan hati. Sungguh, seringkali kita kolaps bukan karena sakit, bukan karena miskin, tapi karena sesuatu yang besar telah terjadi pada lautan hati kita...
_______________________
Bismillahirrahmanirrahim....
Beberapa waktu yang lalu adik perempuan saya milad. Saya menghadiahkannya sebuah kado. Tidak mahal memang, tapi saya tahu dia suka dengan pemberian saya tersebut. Wajah adik saya berseri-seri begitu menerima kado dari saya, padahal membuka isinyapun belum. Saya ikut senang bisa menyenangkannya. Meski dengan hadiah yang sederhana.
Suri tauladan kita Rasulullah saw. telah mengajarkan kita untuk saling memberi hadiah seperti yang disebutkan dalam hadist berikut:
“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya. Inilah sebab disyariatkannya memberi hadiah. Dengannya akan terwujud kebaikan dan kedekatan. Sementara agama Islam adalah agama yang mementingkan kedekatan hati dan rasa cinta.
Para fuqaha juga menyebutkan bahwa hadiah adalah sesuatu yang diberikan dengan maksud memuliakan dan menunjukkan kecintaan kepada orang yang dihadiahi.
http://islamunderattack.multiply.com/journal/item/2701/Memberi_hadiah_itu_sunnah
Bismillahirrahmanirrahim...
Nyalon? Ngapain yah kalo ke salon?? Dandan? Yang bener gimana sihhh, adab2 kecantikan kita? Ni beberapa hadits tentang mempercantik diri ^^
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mencabut uban, tidaklah seorang muslim yang beruban dan dia masih dalam keislamannya kecuali dia akan mendapat cahaya di hari kiamat." (HR Abu Dawud dari Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya)
"Allah akan mengangkat derajatnya, dihapus kejelekannya, dan menuliskan kebaikan untuknya." (HR Imam Ahmad)
Subhanallah... Jadi, mending cantik karena uban dicabut atau dapet cahaya pas hari kiamat, diangkat derajatnya, dihapus kejelekannya, dan dituliskan kebaikan?? Biar tetep cantik (di depan mahram tentunya) bisa dicat, pake pewarna alami, dengan warna selain HITAM, bisa merah, atau kuning lohh. Hukum cabut uban itu MAKRUH.
"Allah melaknat orang yang bertato serta orang yang meminta untuk ditato, orang yang mencukur alis, dan orang yang meruncingkan gigi untuk mempercantik diri, yang semua itu merubah ciptaan Allah" (HR Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud)
"Terlaknatlah orang yang menyambung serta orang yang meminta untuk disambung rambutnya, orang yang mencukur alis (an-namishah) dan orang yang meminta agar dicukur alisnya, orang yang menato dan orang yang meminta ditato bukan karena sakit." (HR Abu Dawud dari Ibnu Abbas)
Innalillah! Masih maukah kita melakukan hal yang benar2 dilarang itu? Selama kita bisa menghindari, tentu lebih baik bukaaan?
Jadilah cantik, tanpa melukai Allah, yang menciptakan kita, dalam bentuk paling sempurna.... Hai, kamu, sangat cantik....
~salam keputrian hmmk~
Dapatkan Mesej Bergambar di Sini












